Posted by: feilla on: Juli 6, 2009
Gw pergi, maafin gw. Kalo lo masih mau ngeliat perjalanan gw, klik aja di:
http://starstoryberry.blogspot.com/
http://meisjesworld.wordpress.com/
http://kagaminese.blogspot.com/
dan lain-lain. Byebye, guys xD and cerita2 disini…tentu aja di discontinue.
best regard,
Feilla–Audreyna.
Posted by: feilla on: Juni 21, 2009
En door de manier, Nick en Tack zijn van mij, meisje~ Wooho :3 En meisjes, gelieve mij te voeren Jonas Brother’s “Wanneer Je Kijkt Me In De Ogen” lyriek. Geniet alstublieft, het zal mijn plezier :3 Plezier aan Nick Jonas. Hij is schattig x3 ~ Zo schattig, zo schattig: 3 Alle hagel Nick Jonas x3~ Yeah! Maar Joe Jonas is knap ~ en Kevin Jonas is erg cool ~ Dus? alle hagel Jonas Brother ~ <–jah, gue nyerocos pake Bahasa Belanda. Ck. But enjoy this, gurls x3~
Lyrics~
(Joe)
If the heart is always searching
Can you ever find a home?
(Nick)
I’ve been looking for that someone
I never make it on my own
(Kevin)
Dreams can’t take
The place of loving you
(Nick)
There’s gotta be a million reasons
Why it’s true
(Chorus)
When you look me in the eyes
And tell me that you love me
Everything’s alright
When you’re right here by my side
When you look me in the eyes
I catch a glimpse of heaven
I find my paradise
When you look me in the eyes
(Joe)
How long will I be waiting
To be with you again?
(Nick)
I’m gonna tell you that I love you
In the best way that I can
(Joe)
I can’t take a day without you here
(Nick)
You’re the light that makes my darkness disappear
(Chorus)
When you look me in the eyes
And tell me that you love me
Everything’s alright
When you’re right here by my side
When you look me in the eyes
I catch a glimpse of heaven
I find my paradise
When you look me in the eyes
(Nick)
Movin’ on, I start to realize
(Joe)
I can reach my tomorrow
I can hold my head up high
(Nick)
And it’s all because you’re by my side
(Nick)
When you look me in the eyes
And tell me that you love me
Everything’s alright
When you’re right here by my side
(Both)
When I hold you in my arms
I know that it’s forever
I just got to let you know
I never wanna let you go
‘Cause when you look me in the eyes ( because)
And tell me that you love me
Everything’s alright (its alright)
When you’re right here by my side ( by my side)
When you look me in the eyes
I catch a glimpse of heaven
Oh, I find my paradise
When you look me in the eyes…
<–video. Enjoy~ x3
Posted by: feilla on: Juni 17, 2009
Drabble pertama—errr. Ini bukan lirik kok, hanya menggambarkan kejadian-kejadian nyata di selingi lagu Vierra – Bersamamu.
—memandang wajahmu cerah—
Satu. Pertama, kita hanyalah sebuah teman biasa. Hanya sebuah ikatan yang rapuh. Hanya teman. Sampai—kejadian itu terjadi.
Kita bukanlah sekedar teman lagi. Selalu kulihat wajahmu, dan kusadari—kadang-kadang, atau harus kubilang, sering—kau memandangku juga. Aku tersenyum, menghadapi kenyataan itu. Sungguh, sebenarnya aku tak mempercayai kejadian itu.
—membuatku tersenyum senang, indah dunia—
Dua. Itulah yang terjadi ketika kulihat wajahmu yang manis itu. Berteriak tak jelas, karena terpana oleh penampilanmu yang beda dengan yang lain itu. Kuakui, aku bukan suka padamu—tapi aku cinta padamu, itu saja.
Betapa indahnya dunia ketika ku melihat senyummu, serta matamu yang indah itu.
—tentu saja kita pernah mengalami perbedaan, kita lalui—
Tiga. Perbedaan. Masalah yang besar. Perbedaan kelas, perbedaan sikap. Beda kelas membuatku jarang bertemu denganmu. Perbedaan sikap membuatmu tidak suka denganku. Walau, aku tahu, bahwa dilubuk hatimu kau mencintaiku. Tapi apa daya?
Akupun bisa sampai mencapai batas, kesal akan itu, mataku berkaca-kaca setiap kali mengingatnya—
—sedih. Tapi, aku akan terus berusaha, untuk menghiraukan segala “perbedaan” itu, dengan sabar. Karena kau terasa selalu ada disampingku.
—tapi aku merasa, jatuh terlalu dalam: cintamu—
Ya. Aku juga jatuh terlalu dalam pada cintamu. Cintaku padamu seakan membutakanku. Satu persatu, teman-temanku mulai berkeluh-kesah soal ini—mereka memprotes sesuatu yang sangat sulit untuk kurubah: perasaanku padamu.
Padahal, mereka pernah mengalami kejadian itu, tergila-gila pada seseorang (walau aku termasuk tergila-gila pada seseorang itu). Tapi, mereka tak pernah mengerti perasaanku.
Atau lebih tepatnya, obsesiku.
—ku tak akan berubah, ku tak ingin kau pergi selamanya—
Aku tahu, aku seharusnya merelakanmu. Pergi bersama rivalku, yang kubenci itu. Tapi ingat? Cinta bahkan membutakan hatiku—yang ada hanya perasaan ini, dan hatiku semakin teracuni oleh tingkah laku sainganku yang berlebihan itu. Aku benci dia.
Aku ingin berubah, tapi tidak bisa. Aku takut kau akan meninggalkanku selamanya. Walau, aku tahu kau bisa pergi kapan saja, mencari wanita yang tentu saja lebih baik dariku.
—ku’kan selalu menjagamu, bersama dirimu, dirimu—
Aku akan terus menjagamu—tapi tidak dari dekat, hanyalah sebuah doa yang diucapkan di bibirku ini, agar kau bisa tetap muncul di pagi hari yang masih dingin ditemani oleh embun pagi yang membasahi rumput dan tumbuhan-tumbuhan.
Aku tak ingin kehilanganmu selamanya.
—sampai nanti kan selalu bersama dirimu—
Sejuta perasaan yang tak terbendung bersarang di hatiku ini, membuat jantungku berdetak kencang setiap mataku menangkap jejak kecil dari sosokmu itu. Aku ingin selalu bersama dirimu—sampai kapanpun. Tapi, aku terus bertanya-tanya, dalam hati, apa itu bisa?
Ha. Jangan bertanya. Tentu saja tidak bisa—kau bukan tipe orang yang menunjukkan perasaanmu semudah itu. Aku tahu kau tak begitu.
—saat bersamamu kasih, kumerasa bahagia dalam pelukmu—
Semua orang berkata, aku bodoh menyukaimu. Sayangnya, aku keras kepala. Tetap menyukaimu, no matter what. Walau aku belum sekalipun mengecap pelukmu yang hangat, aku akan tetap menyukaimu—sampai aku mencapai batasnya. Tak perduli dengan orang-orang yang mengatakan hanya kecil kemungkinan bahwa aku bisa menjadi pasanganmu.
Tapi ingat apa yang kukatakan? Ya. Aku keras kepala.
—seperti yang kaukatakan kau akan selalu ada—
Ya. Kau selalu ada, menenangkan hati kecilku jikalau aku terperangkap emosi. Waktu seakan berhenti setiap aku melihatmu—jantungku masih berdegup kencang tanpa perduli apa yang sedang terjadi. Tapi, aku tetap menghiraukanmu, karena kata orang, jodoh tak akan kemana kan? Aku memang tak yakin siapa jodohku, tapi itu tak menutup kemungkinan bahwa mungkin saja itu kau, kan?
Dan semakin mudah didapat, semakin mudah melupakan. Semakin sulit didapat, semakin sulit dilupakan.
—menjaga memeluk diriku, dengan cintamu, dengan cintamu—
Ya, itu hanya visualisasi perasaan ini. Merasa kau menyukaiku. Itu insting seorang manusia bukan? Mencintai, menyakiti. Insting yang tak pernah hilang di benak manusia. Dan yang jelas, aku berpikir kau memang menyukaiku, walau kutahu itu mustahil terjadi. Izinkan aku tetap membuat perasaan ini tetap ada, kalau begitu.
Ku kan setia menjagamu,
Bersama dirimu, dirimu.
Sampai nanti akan selalu,
Bersama dirimu.
Saat bersamamu kasih,
Kumerasa bahagia dalam pelukmu.
Tapi, sampai kapanpun, aku tak pernah menyesal menyukaimu.
Sampai kapanpun juga…
Posted by: feilla on: Juni 12, 2009
Pertama, kenapa judulnya “Geje Month: Abal-ous”? Hmm. Astaga. Gue kan udah lama ga post segala kegejean hari-hari gue gitu, kan? Lagipula–kalian mau tau kelanjutan hubungan gue ama Taqi bukan? Projek baru gue? Lanjutan Untitled? Oke lah. Gue baru setres gara-gara baru ujian, for your information. Se~LE~SE. Sudah selesai, by the way. Ukk yang sangat shit itu, hm. Fufu.
Agama dapat 86-gila, bukan begitu? Hihi. Fufu. Toel toel. Hihihihihihi *stress* oke, back to topic. Pertama, kelanjutan hubungan gue ama Taqi sayang, bukan begitu? Oh yes. Kami sangat maju. Walau belum pacaran–dia gantungin gue mulu sih. Shit. One-two-three-four-fight.
TOO MUCH DRABBLE TO DRAW THE AUTA PAIRING
- Amusing Message:
“Hoi Makarim!” sms pertama yang Yukko kirim untuk Shinya. Baru sekali ini dia berani. Begitu melihat smsnya tidak dijawab. Yukko kecewa sekali–sangat kecewa. Lalu, beberapa hari setelahnya, Yukko sedang membaca sebuah novel dari salah satu tumpukan novel di rumahnya yang tak pernah rapi dan tak pernah terogarnisir. (?) Tiba-tiba, terlihat di hp Sony Ericsson W380i yang ada di dekatnya. New message from Shinya~<3 langsung, dengan tak berani, Yukko membukanya. Akhirnya–mereka smsan, FYI.- Let’s TALK, LET’S TALK, SCHATJE~!
Masih belum pulang. Dan Shinya ada di sana. Bersama orang-orangnya, sahabatnya, bermain bola. Sayangnya dia tidak menyadari kehadiran Yukko disini, batin Yukko kecewa. Tapi untunglah–karena, dia dapat memperhatikan sosok itu dari kejauhan. Sayangnya lagi, dia berada dalam bahaya. Tercengang melihati Shinya itu tidak aman. Apalagi, semenjak ada Lica di sebelahnya–menemaninya. Yang penting tidak sendiri, kan? Mungkin itu yang ada di benak kalian. Tapi, itu benar-benar tidak menguntungkan karena Lica sahabat Shinya. Wonderfull, rite? Tiba-tiba, terlihat sosok Shinya yang sudah basah oleh peluh dan keringat, keluar dari bangsal–tempat yang Shinya gunakan sebagai lapangan bola, walau, sebenarnya itu adalah tempat acara-acara sekolah–dan melihat Yukko. Walaupun ingin lari dari sana, mengangkat kaki dari semua itu. Tapi, dia tak mampu bahkan untuk mengalihkan pandangan dari orang itu. Sial. Harusnya dia lari saja! Tapi, Lica menariknya, dan akhirnya dia mengobrol dengan Shinya. Apa boleh buat–sudah terlanjur
Sumpah. Bagus kan? DAN SEKARANG, BAYANGKAN:
GW SUKA SOUR SALLY–YEAY! BARENG YUMI DEH AH x33 kampung style nih yeee hahaha
Posted by: feilla on: Mei 30, 2009
001. Real name → Audreyna Putri Kusuma. Puas?
002. Like it? → Biasa aja gitu
003. Nickname(s)→ Audy, Naottchi, Rittchi, Rin, whatsoever
004. Status → Pelajar – Siswi Sumbangsih kelas VB absen 25/26
005. Zodiac sign → Taurus tau ah rus
006. Male or female → Female
007. Elementary→ SD Sumbangsih
008. Middle School → not yet really =))
009. High School → belom ada rencana. Spontaneus rocks
010. Hair color → black
011. Long or short → half short, half long
012. Eye color →coklat tua
013. Weight → lon nimbang =))
014. Height → seratus empat berapa cm yah?
015. Righty or lefty → Righty
016. Loud or Quiet → officially loud =3
017. Sweats or Jeans → Jeans
018. Phone or Camera → Phone :3
019. Health freak → tergantung mood
020. Piercings?→ ga ada.
021. Do you have a crush on someone? → Tentu aja ada. TM
022. Eat or Drink → drink dong ah x3
023. Purse or Backpack → tergantung mood.
024. Tattoos → paling yang di Bali =))
025. Do You Like Yourself? → Lumayan.
026. Current worry? →takut ga di terima dan ga naik kelas gituh =))
THIS OR THAT
027. Orange or Apple Juice? → Apel. 0
28. Night or Day? → Day.
029. Sun or Moon? → Moon
030. TV or Internet? → Internet.
031.PlayStation or XBox? → PS aja.
032. Kiss or Hug? → Kiss.
033. Iguana or Turtle? → Turtle!
034. Spider or Bee? → Spiderman
035. Fall or Spring? →Spring
036. Limewire or iTunes? → iTunes
037. Soccer or Baseball? → baseball
FIRSTS
038. First surgery →lahir
039. First piercing → kaga ada tuh =3=
040. First best friend → Fika-chaan~
041. First Sport? → Maen lempar-lemparan bola ama ortu
042. First award → Juara berapa itulah busana hari Kartini
043. First crush → Si siapa itu yah =3= lupa, pret. tapi ga sebesar sama trademark sih =3=
044. First pet → Kucing–atau elang rumah sebelah yang dulu yah?
045. First big vacation → Mm–Anyeer~ atau Bali yah?
046. First big birthday → kapan yah?
CURRENTLY
047. Eating → kepiting saus tiram
048. Drinking → mineral water
049. I’m about to → reading books maybe
050. Listening to →Good Girls Go Bad by Cobra Starship ft Leighton Meester and Hey Juliet by LMNT
051. Singing? → Kiss My Sass – Cobra Starship
052. Typing? → ini?
053. Waiting for → hari esok xD
YOUR FUTURE
054. Want kids? → Boleh.
055. When? → Abis merit dongs ah xD
056. Want to get married? → yaiylaha.
057. When? → 21 keatas
058. Where Do You Want To Live? → Jakarta!
059. Careers in mind →penulis best seller yang karyanya membuat orang lain terpana –a
060. What Did You Want To Be When You Were Little? → Dokter gigi =))
061. Mellow Future Or Wild? → Mellow!
062. Something You Would Never Try? → Dokter hewan :3
WHICH IS BETTER WITH BOYS?
063. Lips or eyes → Lips ok?
064. Shorter or taller? → Taller bang!
065. Romantic or spontaneous → mood control this
066. Nice stomach or nice arms → Stomach.
067. Sensitive or loud → Loud~
068. Hook-up or relationship → Relationship!
069. Trouble maker or hesitant → Hesitant..
070. Hugging or Kissing? → Kissing, p.l.s
071. Tan Skinned or Light? → Light.
072. Dark or Light Hair? → Dark.
073. Muscular or Normal? → Normal –” berotot menjijikan
HAVE YOU EVER
074. Lost glasses/contacts → Ga make…
075. Ran away from home → Pengen. Sekali-sekali, tapi pengen dewasa dikit
076. Held a gun/knife for self defense?→ Pengen
077. Killed somebody → Pengen si Bell sok indah itu –”
078. Broken someone’s heart → Sering..
079. Been arrested → Never ajalah
080. Cried when someone died → hampir di semua pemakaman.
081. Kissed A Stranger? → Ngga pernah bro
082. Climbed Up A Tree? → belum tuh –”
083. Liked A Friend As More Than A Friend? → Nggak.
DO YOU BELIEVE IN
084. Yourself → Kayaknya
085. Miracles →half.
086. Love at first sight → depends on mood.
087. Heaven → Mau. Mau ya, Allah
088. Santa Claus → sama sekali nggak toh gue islam
089. Kiss on the first date → Nggak pernah dan NGGAK AKAN PERNAH.
ANSWER TRUTHFULLY
090. Is there one person you want to be with right now → Bang trademark
091. Do You Like Someone? → absolutely YES.
092. Are you seriously happy with where you are in life → a little bit.
093. Do you believe in God → Percaya.
LASTS
094. Recieved/Sent Text Message → Priztarahma Haryoseno Motivatria
095. Received Call → XL Mama
096. Call Made? → XL Mama =))
097. Comment On MySpace? → gak punya MySpace.
098. Missed Call? → Rakai tanggal 24 Mei
099. Person You Hung out With? → jarang hangout. Kemaren sih sama family.
100. Post as 100 truths and tag.
Posted by: feilla on: Mei 10, 2009
Prologue || 0.1
~Lyons, France
Langit malam yang hitam gelap—tapi cerah membuat Leighton tersenyum. Apalagi yang bisa ia minta? Kebaikan keluarganya, semuanya? Tidak mungkin dia meminta lebih karena tidak ada apapun yang kurang dari keluarganya.
Benarkah?
Senyum tersungging di bibir gadis itu. Dan dia bangga sekali tadi pagi—sudah jelas. Masa dia bukan seorang wanita yang sama seperti Ibunya? Masa dia bukan…penyihir? Padahal, dari nenek moyang Leighton pun sudah di pastikan bahwa darah mereka adalah penyihir pureblood turun temurun. Tapi, tentu saja—gadis itu tidak sombong. Dan Leighton tidak akan masuk Hogwarts, karena keluarganya bilang berapa tidak teraturnya semua yang ada disana, termasuk muridnya. Dan—Leighton dipastikan masuk sekolah penyihir baru, tapi elite—Little Mister and Mistress High School, yang dipastikan tidak ada squib maupun Muggle disana. Lagipula sekolah ini memungut biaya, for your information.
Rambut panjang Leighton berkibar, dikarenakan angin yang bertiup tiba-tiba. Tiba-tiba kedatangan Katy, sepupunya, membuat gadis itu tersentak sedikit. Gaun pendek dua gadis 11 tahun itu agak kusut, di karenakan merekalah yang harus menyambut, menyalami dan melayani semua tamu, karena merekalah alasan diadakannya pesta besar-besaran di Mansion keluarga Meester.
“Katy…jadi…kau tidak sedih,” kata Leighton sambil menoleh ke arah sepupu jauhnya itu. Dia menatap mata Katy sambil tersenyum. Sementara, Katy—yang sedikit bingung kenapa Leighton bertanya seperti itu—hanya tersenyum kebingungan yang canggung. “Bukankah kau ingin masuk Hogwarts, dear?” Leighton melanjutkan dengan hati-hati, takut melukai sepupunya itu.
“Tidak,” kata Katy sambil tersenyum simpul. Dia tertawa sedikit. Lalu, dia membelai kepala Leighton, dan memeluk sepupunya. “Tentu tidak. Bukankah ini sekolah pilihan orang tua kita? Dan tentu saja—sekolah ini sudah kuyakini sebagai sekolah yang paling terbaik.”
Sementara, Leighton hanya bisa mengeluarkan ekspresi marah. “Tidak. Ini bukan impianmu,” kata Leighton, dengan mata berkilat. Jelas. Sebenarnya, Leighton tahu, bahwa Katy sebenarnya bukanlah sepupu kandungnya. Dia hanya anak angkat dari panti asuhan di sekitar Amerika, karena itulah rambut sepupu jauhnya itu berwarna pirang. Leighton memasuki ballroom, lalu keluar lagi dengan membawa minuman lemon tea yang tersedia di sana. Katy masih ada disana, duduk di pinggiran balkon sambil menatap ke langit biru gelap diatas sana. Leighton langsung memanggil nama gadis itu, “Kat—!” Tapi tuhan berkata lain. Katy tersentak, lalu tanpa keseimbangan, jatuh. Leighton berlari, menyodorkan tangannya, lalu berusaha menggapai Katy. Dia hampir mendapatkannya—tapi, hampir tidak berarti apa-apa. Dan, sepupunya itu jatuh, kebawah. Leighton langsung berteriak, “TOLONG! TOLONG! KATY JATUH!” Dan para tamu-tamu berdatangan ke balkon, lalu menatap ke bawah. Tepat ke arah tubuh Katy yang terbaring aneh, sepertinya ada yang patah entah dimana. Leighton menerobos kerumunan, mencapai tangga. Dengan hati-hati ia menuruni tangga, dan berlari ke arah dimana…jasad Katy diperiksa oleh dokter-dokter pribadi keluarga Meester. Sementara salah satu dokter menggeleng sambil menunduk lesu, lalu berdiri dan meninggalkan kerumunan, Leighton masih bisa mendengar, ucapan mereka, “Sudah meninggal…”
“KATY!!!”
-
~New York, America
Seorang bocah berambut pirang jerami melompat dari balkon dan dengan mulus, mencapai pohon di depannya. Lalu dia memanjat turun, dan berpijak di tanah dengan rumput yang hijau sempurna. Semak cherry menghiasi pinggir dari pagar putih rumah itu, sementara bocah itu tersenyum puas, penuh kesenangan. Dia pun melangkah tanpa suara, dan membuka pagar. Pagarnya berderit sedikit, tidak besar suaranya, hanya bisa didengar orang didekatnya. Dan segera, ia keluar dari rumah, dan berpijak pada jalan trotoar penuh aspal. Dia berjalan santai, agak berlari ketika terdengar nama “ED” dipanggil, namun ternyata itu teriakan marah istri dari Eddie, tetangga mereka karena mencium bau alkohol dari tubuh lelaki itu. Bocah itu menguap lebar, dan berhenti di rumah dengan pagar putih. Semak mawar menghiasi pagarnya, dan bocah itu merogoh kantung hoody jaket yang ia pakai, dan mengeluarkan sebuah handphone sederhana. Ketika dilihatnya pintu terbuka, rasa kemenangan sempat terbentuk di hatinya. Namun—harusnya dia tahu, bahwa dia harus hati-hati karena bisa dilihatnya pembantu keluarga Swift masih berkeliaran dengan kucingnya.
“Taylor~!” sapa bocah itu riang. Sementara, Taylor—atau Taylor Swift—kembali menyapa bocah didepannya dengan nama Edward. “Kau tidak apa-apa keluar malam begini? Apakah ba-bu-bi-bo keluargamu tidak keberatan?”
“Dengan senang hati, kujawab,” kata Taylor sambil tersenyum manis. Matanya agak sembap, mungkin karena menangis. Tapi melihatnya menguap-dan-menguap, Ed yakin bahwa gadis didepannya bukan habis menangis, melainkan habis begadang, entah untuk apa. Ed tidak mau mengorek lebih dalam tentang itu, maka dia mendengarkan Taylor berbicara. “Su—ya, namanya—mengijinkanku. Puas~?”
“Namanya Su-ya?”
“Setahuku—“
“Tahu? Aku tidak butuh ‘tahu’, aku hanya butuh tempe—whatever.” Kata Ed sambil tersenyum “Jadi—ya, soal itu—kau penyihir juga?”
“Setahu-tempeku, yep.”
“HOREEE~”
“SHUT UP~!”
“EDD~~~ TAYLOR~~ MASUK KEDALAM~~~” terdengar suara manja menjijikan, yang ternyata dari seorang bernama Su-ya
“Oh. Shit.” Kata Taylor dan Ed bersamaan.
T.B.C, dear~
Posted by: feilla on: Mei 9, 2009
Announcement bener atau nggak tulisanya? Donat deh say
YEAH! Waiting for the Light, dan Series Star terpaksa saya HIATUSkan, buddy! Nah, saya akan konsen dengan cerita di bawah ini: Untitled by Feilla~ it’s about kisah cinta antara Ed Speeler, Taylor Swift, dan tentu saja si tokoh utama, Leighton Meester! So, let’s check this out, buddy!
–
Trailer
Mereka adalah tiga orang yang bersekolah di Sekolah Sihir
-
DUK
“Maafkan aku–”
Sang lelaki hanya tersenyum.
“Kau tidak apa-apa? Aku Edward.”
“Ed! Ayo cepat! Siapa dia?”
-
Mereka adalah tiga sahabat–
–sampai cinta menghancurkan persahabatan mereka.
-
“Meester, jadi kau suka dengan Ed?”
Gadis berambut keriting itu menatap gadis berambut coklat didepannya.
“Kalau ya, kenapa, Swift?”
-
Sementara..
Mereka tidak tahu bahwa sang cowok mencintai siapa.
-
“Jadi, kau suka siapa, Edward?”
Sementara lelaki itu hanya terdiam.
“KAU SUKA SIAPA?”
“Memangnya itu u-ru-san-mu, Deschanel?”
-
Padahal ternyata–
Kebenaranlah yang tahu siapa dari mereka–
-
“Zooey!”
Gadis berambut pirang itu memanggil gadis itu.
“Taylor? Kenapa kau ada di–sini?”
“Karena Mrs Lovato…”
-
Yang terpilih.
—–
“Untitled”
–
Authors note:
YAY! Akhirnya kesampean juga. With love, Kahlua’s waifu
~Feilla / Rin from Gryffie, aka Zooey Deschanel.
Posted by: feilla on: Mei 8, 2009
Posted by: feilla on: April 30, 2009
AAAH~ hari ini Fei ulang tahun (30 April) say happy birthday dulu dong ke Fei! Ah, Fei seneng banget hari ini. Mulai dari A-Z, sempurna! Fei seneng karena:
Seneeeng banget! Terus pas istirahat, kan, diteriakin sama anak-anak 5b, “Taqi!!! Audy ulangtahun lhooo!!!!” Taqi (sambil lari) berkata, “Oh, yaudah, selamet ulang tahun aja!” Cuma sebuah kata yang simpel–tapi itu kata termanis yang pernah keluar dari mulut seorang Taqi untuk Fei–untuk saat ini.
Terus kan pas buka FB, kan ada notification. Terus ada “Taqi Makarim wrote on your wall”! Fei langsung pengen bersorak, horey, horey, ich liebe dich, je amour tu, i luph u, wo ai ni, anata daisuki, TAQI~! Dan langsung bales wall anak itu. Pertama dong! Dia yang paling atas gitu. Dan pas di lihat lagi, baru sadar bahwa profile picturenya udah ganti, jadi foto dia beneran!
Maka langsung Fei save foto itu, dan kirim ke HP. Judulnya “taqi.jpg” gila, keren banget si Taqi! KYAAAA~~~ Mukanya imut, inosen dan manis banget di foto itu…! Jadi ga bosen-bosen ngeliatnya dari tadi~
Sudah dulu,
Feilla calon pacarnya Taqitersayangyangimutgila
Posted by: feilla on: April 28, 2009
Sebel, sebel, sebel.
5A Sialan.
Ngapain mereka ngambil-ngambil radionya Minato? Najis. (But I’m not hate him of course) Ngga punya modal. Ngga kreatif. Pinter? Buat apa kalau ngga kreatif, bro? Tapi walaupun Tack 5A, ore ga benci Tack. Sama sekali. Ngga kaya Prizta yang langsung benci Bimo. Cintanya rapuh ya~ *ditendang* Maaf ya Fei udah lama ngga ngepost disini. Sibuk, urusan anak sekolah. *sokpenting*
Oya, lupa-ngasih-tau. Torii sekarang mukanya udah kocak! Rambutnya sekarang ga cocok. Fei sendiri, lebih suka sama rambutnya yang dulu, serius. Sekarang kayanya kayak…ga nempel di kepala. Mohawk ga jadi. Dan ternyata…bener-kan? Misaki cintanya rapuh, sama kaya Prizta *ditendang* dia langsung nyuekin Torii. Wah, parah. Harusnya Torii milih Jasmine aja yang masih cinta sama dia walau mukanya udah aneh gitu. Tapi, sekarang Fei sukaa….banget….sama….Tack! Bodo, ah. Mau dibilangin Tack eneg ama gue atau apalah. Dont care lah.
Tadi pas lagi nongkrong didepan, kan di depan kelas, ngadep ke bawah. Tiba-tiba, Jasmine teriak, “Taqi!! Dicariin Audy tuh!” (Audy itu Fei) Fei kontan langsung nengok, dan bener–Tack lagi lari, ke toilet. Gue sendiri bingung. Ngapain lari–Fei ga bakal menggigit kok. Terus, Fei kan masih nongkrong didepan, tau-tau Bimo–sahabat Tack (Taqi=Tack) dan gebetan Prizta–senyum-senyum di depan kamar mandi cowok sambil ngemut apa gitu, ga keliatan. Terus, pas Fei mau masuk–kan berenti dulu depan pintu, ada Tack ngintip! Fei sih pura-pura santai, bilang, “Woi, ngapain lo ngintip-ngintip!”
Terus langsung disuruh masuk sama Mr Sam. Terus, pas buang sampah–yep–ketemu lagi sama Tack, lagi jalan ke kelasnya. Fei sengaja buang sampahnya berisik-berisik gitu, dia nengok, and langsung ngibrit–lagi. Wah, pemalunya keluar tuh! *senyum-senyumlayaknyaoranggila*
Terus, pas pulang kan Amel minta dianterin ke Kakaknya, terus, kan udah, tau2 Jasmine salting karena pas-pasan ma Torii! CIECIE! Teruskan, karena Fei lihat Tack masih di toilet, Fei cepet-cepet lari ke tangga–tentu aja pas Tack udah turun. Terus Fei lari-lari-lari, sampai depan gerbang, and–ketemu lagi sama Tack. Fei langsung ngibrit sih, ke kantin, pas udah mau ke Mumnya Fei, tiba-tiba ketemu Rakai, dan TACK! OH MY GOD! Dia langsung yang kayanya bisik-bisik.
Terus pas itu kan Rakai berhenti, Fei langsung berhenti juga, tau-tau pas Taqi lewat…uh…Fei terlena! WEW!
Oya, terus kata Prizta ma Raina, Len/Tack/Taqi kaya nyariin Fei gitu deh! Oh my fucking shit! That’s so freaking adorable, freaking sweet~
Udah, ah..
BYE! Dari orang yang suka sama Tack! Yaitu, FEI!